Text to Speech di Adobe Reader

•October 31, 2009 • Leave a Comment

Adobe Reader barangkali bukanlah sebuah software yang asing, terutama jika kita seringkali berurusan dengan berbagai dokumen yang memiliki format .*pdf. Namun, tahukah Anda,, ternyata di dalam software tersebut, terdapat suatu fitur yang dapat membacakan tulisan-tulisan pada dokumen pdf alias tool text to speech. Baru tahu? Sama,, saya juga. Coba klik View > Read Out Loud > Activate Read Out Loud.

1

Tidak terjadi apa-apa? Sabar,, tunggu dulu sebentar, kemudian lihat,, di pojok kanan bawah akan muncul gambar kira-kira seperti ini…

2

Setelah selesai, yang perlu Anda lakukan adalah meng-klik tulisan yang ingin dibacakan, misalkan klik saja pada kata “scattering” , lalu akan muncul kotak seperti ini :

3
Komputer akan membacakan seluruh tulisan dalam kotak tersebut, mulai dari kata “Selain” sampai “oleh”, dengan gaya bahasa Inggris tentunya. Sudah puas bermain-main dengan text to speech? Ingin kembali ke settingan yang biasanya? Tinggal klik View > Read Out Loud > Deactivate Read Out Loud.

4

Meskipun pengucapannya terdengar agak aneh untuk bahasa Indonesia, tool ini lumayan cerdas juga. Misalkan saya klik pada “km”.

5

Apakah si text to speech akan membacanya sebagai “k-m”? Ternyata tidak juga, dia akan membacanya sebagai “kilometer”. Hal yang sama juga terjadi pada singkatan seperti kHz (kilohertz), pp. (page), dan vol. (volume). Barangkali ada yang tertarik mempelajari algoritmanya?

Antena di Atas Ground Plane : Aneh Tapi Nyata (?)

•October 25, 2009 • 1 Comment

Apa yang terjadi jika sebuah antena diletakkan di atas ground plane sempurna? Oh ya,, ground plane itu adalah sebuah bidang yang dianggap mempunyai konduktivitas tak berhingga, misalkan tanah (bumi). *mungkin karena ini dinamakan ground?*

Ketika saya mempelajari antena, ada suatu konsep. Katanya, jika suatu antena diletakkan di atas ground plane sempurna, maka akan ada suatu bayangan dari antena tersebut. Jika jarak antena ke ground plane adalah h, maka jarak bayangan ke ground plane juga h, seperti gambar ini.

Antena di atas ground plane

Anggap tahanan pancar antena yang ada di atas ground plane adalah Rr atau R11 *abaikan tahanan loss* dan arus yang masuk ke antena = I. Maka, daya yang dipancarkan oleh antena tersebut *abaikan dulu si bayangan* adalah …

W=I^2R_{11}

Bagaimana dengan medan listriknya? Medan listrik sebanding dengan tegangan dan tegangan sebanding dengan arus,, jadi medan listrik juga sebanding dengan arus (E = kI), atau :

E_{sendiri}=k\sqrt{\frac{W}{R_{11}}}

Trus apa gunanya bayangan? Kalau ada bayangan, maka akan ada impedansi gandeng antara antena dan bayangannya, anggap saja Z12. Dengan demikian,, tegangan pada terminal antena menjadi:

V=I_1 Z_{11} +I_2 Z_{12}

Berhubung I1 dan I2 berbeda 1800, maka I2 = – I1 sehingga:

V=I_1 Z_{11} -I_1 Z_{12}

Atau:

Z_1=Z_{11} -Z_{12}

Daya yang dipancarkan oleh susunan antena dengan bayangannya menjadi (ambil komponen resistif saja):

W=I_1^2(R_{11} -R_{12})=I_2^2(R_{11} -R_{12})

Medan listriknya maksimum dari susunan dapat diperoleh dari penjumlahan antara medan listrik maksimum yang dipancarkan oleh antena dan yang dipancarkan oleh bayangan:

E_{susunan}=k|I_1|+k|I_2|= 2k\sqrt{\frac{W}{(R_{11} -R_{12})}}

Ada yang aneh sampai di sini? Ya,, kalo dilihat-lihat, medan listrik yang dipancarkan oleh susunan antena dengan bayangannya akan lebih besar, padahal daya yang diberikan sama dengan antena tanpa bayangan. Ibaratnya, kita menaruh uang di depan cermin, tapi kita bisa mengambil uang yang ada di dalam cermin…*hukum kekekalan energi dilanggar?* Hmm,,, tampaknya ada yang salah di sini,, tapi di bagian mana ya? Ada yang tau?

Harus banyak2 baca buku Krauss + diktatnya Pak Herman nih …. T_T

Elemen Sistem Komunikasi

•October 11, 2009 • 2 Comments

Dalam sistem komunikasi, kita ingin memindahkan informasi dari pengirim ke penerima. Untuk tujuan itu, setidaknya diperlukan 3 buah elemen :

elemen sistem komunikasi

Pemancar / Transmiter / TX

Transmiter bertugas untuk memproses informasi yang akan kita kirim ke saluran transmisi. Banyak proses yang terjadi di transmiter, antara lain modulasi, penguatan, coding, enkripsi, dan sebagainya. Namun, proses yang paling penting adalah modulasi dan penguatan. Modulasi merupakan proses mengubah suatu bentuk sinyal ke bentuk sinyal lain. Dengan kata lain, kita menumpangkan sinyal informasi pada sinyal lain, yang disebut sinyal carrier atau pembawa. Modulasi dilakukan untuk mengefektifkan transmisi sinyal. Maksudnya? Begini, misalkan kita ingin mengirim sinyal informasi dari Bandung ke Garut secara wireless. Biasanya, sinyal informasi yang dikirimkan memiliki frekuensi rendah, sehingga memiliki panjang gelombang yang sangat panjang (ingat c = λ f). Berhubung komunikasi wireless menggunakan antena, dan panjang antena itu sebanding dengan panjang gelombang, barangkali antenanya sendiri sudah sampai ke Garut :D Selain itu, modulasi juga dapat mengurangi noise dan interferensi.

Dalam saluran transmisi, biasanya terjadi loss pada sinyal. Jika loss pada sinyal melebihi ambang batas bawah pada penerima, maka penerima tidak akan mendapatkan informasi. Oleh karena itu, sinyal perlu dikuatkan terlebih dahulu.

Saluran transmisi

Saluran atau kanal transmisi menghubungkan transmiter dengan penerima. Saluran transmisi dapat berupa guided media seperti kabel tembaga, serat optik, dan sebagainya, atau dapat juga berupa unguided media, seperti gelombang radio, dkk. Ketika sinyal melewati saluran transmisi, sinyal dapat mengalami perubahan yang tidak diinginkan, seperti noise, distorsi, redaman, dan interferensi.

Penerima / Receiver / RX

Setelah melewati saluran transmisi, pada akhirnya sinyal akan sampai ke suatu penerima atau receiver. Berhubung di transmiter dilakukan proses modulasi, maka diperlukan proses yang berkebalikan agar didapatkan informasi semula. Proses ini disebut demodulasi. Selain itu, sinyal juga perlu dikuatkan karena sinyal yang diterima receiver biasanya sangat kecil, dapat mencapai -80 dBm (sekitar 10-11 watt). Kecil sekali bukan? Oleh karena itu, penguatan perlu dilakukan di receiver.

KP ter-…. [Edisi KP]

•August 8, 2009 • Leave a Comment

KP sudah resmi berakhir tanggal 31 Juli kemarin, menyisakan berbagai kenangan yang tidak dapat dilupakan. Sedikit berbagi cerita …

KP terwas-was …

Pilihan ini jatuh pada KP-33, tanggal 17 Juli 2009 yang tentu tidak akan dilupakan oleh bangsa Indonesia. Gimana nggak was-was,, dua buah tetangga kami di Kuningan dibom dan menelan korban jiwa, beberapa di antaranya orang yang memegang posisi yang cukup penting. Kondisi jalan sepi setelah terjadi ledakan. Di jalan pun, kami terkena razia polisi. Selengkapnya bisa dibaca di sini. Konon katanya, otak dari peristiwa pengeboman telah dilumpuhkan (?)

KP terpanas

Pilihan ini jatuh pada KP ke-40, tanggal 30 Juli 2009. Ketika itu, jam menunjukkan pukul 18.00 WIB dan kami harus ke suatu daerah untuk troubleshooting. Ternyata, site yang akan di-troubleshooting panas,, suhunya sangat tinggi sekali sehingga saya mengalami kesulitan bernafas di dalamnya. Ini adalah rekor site terpanas yang pernah saya temui, site-site di daerah Pantura-yang-terkenal-panas nggak pernah sepanas ini.. Padahal malem hari lho …

KP ternaas …

Wah,, kalo ini lupa hari ke berapa. Ceritanya, saya lagi nggak pergi ke site. Gara-garanya,, terjadi kesalahan pengambilan data buat laporan. Kok bisa? Begini, laporan saya membahas tentang penambahan jumlah TRX pada suatu site. Kalo jumlah TRX yang melayani pelanggan ditambah, seharusnya jumlah call blocking berkurang. Call blocking? Makhluk apa itu?? Call blocking itu suatu peristiwa ketika pelanggan tidak dapat menggunakan jaringan operator telekomunikasi untuk melakukan panggilan. Data hasil pengamatan memang menunjukkan call blocking berkurang,, tapi ada sebuah masalah … Terjadi peningkatan dropped cal!! Lah?? Apaan tuh?? Jadi,, dropped call itu suatu peristiwa ketika panggilan pelanggan terputus secara tiba-tiba. Sang pelanggan sudah dapat mengakses jaringan (bedakan dengan call blocking). Nah,, peningkatan dropped call ini akan menurunkan kualitas layanan. Akhirnya, mentor menugaskan saya untuk menyelidiki penyebabnya ke lantai atas. Setelah melakukan penyelidikan yang mendalam, ditemukan sebuah tersangka teroris baru,, yaitu frekuensi … Nanti foto wajah si frekuensi ini saya pasang biar cepat tertangkap.

Hehe,, sebenarnya buka mau mengkambinghitamkan frekuensi.. Tapi memang kesalahannya ada pada pengaturan frekuensi TRX –> akibatnya terjadi interferensi —> akibatnya call dropped naik. Masalah ini akan saya bahas kapan-kapan kalo ada kesempatan. Untungnya, permasalahan selesai begitu frekuensi disetting ulang dan saya pun kembali ke tempat kerja.

Sebenarnya, letak ketermalangan bukan pada permasalahan frekuensi ini. Setelah makan siang, ada seorang teman saya yang ternyata kehilangan sepatu pantofel di musholla bawah. Ckckck…

KP ter-off road

Lupa juga hari apa,, suatu hari kami pergi ke daerah cikarang… Waduh,, sitenya terletak di tengah site belukar. Parahnya,, nggak ada jalan ke sana sehingga kami terpaksa bermobil di atas semak belukar. Setelah keluar dari site, kami mendapatkan mobil kami penuh dengan tanah dan tumbuhan ….

KP terlama

Lagi-lagi KP-40.. Karena Kp kedua terakhir, maka saya memutuskan sekalian sampe malem aja KP hari ini. Walhasil,, kami sampai di kantor pukul setngah sembilan malam. Berhubung KP-40 bertepatan dengan deadline suatu perlombaan yang saya ikuti, saya pulang jam 9 malem untuk mengurus persyaratan2nya…

KP tergenit

Kp-41, KP terakhir… Jangan salah sangka,,, yg “genit” itu perangkat 3G … Masa’ disentil doang langsung selese masalahnya?

KP tergaul

KP-32,, gara-garanya diajakin makan di “Tempat Gaulnya Anak Jakarta Selatan”  di daerah Tebet (*Iya gitu?*)

KP termakan-makan

Udah banyak yg lupa hari dan tanggalnya… Ada dua nominasinya :

  1. Ceritanya, kami ditraktir makan oleh vendor di sebuah restoran ayam goreng terkenal di Bekasi. Ayam gorengnya sampe nyisa,, agar tidak mubadzir,, dibungkuslah ayam tersebut…
  2. Bos kami di kantor ulang tahun,, ada dua traktiran : makan pagi (bakwan) dan makan siang (tumpeng + sate).. Wow,, baru kali ini makan gratis di kantor. Cukup kenyang,, konon makanan sisa sampe malemnya …

KP tersopan

Jatuh pada KP-1, 2 Juni 2009. Selain karena KP-1, nominasi KP tersopan jatuh pada hari ini karena kami diajarkan etika berbisnis di kantor pusat.

KP ter-kenal banyak orang

KP-3, 4 Juni 2009. Hari ini adalah rekor saya mengenal banyak orang di kantor, terutama dalam 1 divisi. Secara KP-1 ada di kantor pusat dan KP-2 kantor lagi sepi …

Apa lagi ya?

Rute Angkutan Umum [Part 4] : Rute Bus Transjakarta

•August 6, 2009 • Leave a Comment

Bus Transjakarta, seringkali disebut busway *padahal busway kan artinya jalan bwt bus?* merupakan salah satu angkutan umum di Jakarta. Yang unik, bus ini memiliki jalur tersendiri yang tidak boleh dilewati kendaraan lain *meskipun di beberapa titik hal ini sepertinya tidak berlaku*. Haltenya pun kebanyakan di tengah-tengah jalan, sehingga para pengguna harus menyebrang ke tengah jalan, biasanya via jembatan penyebrangan.

Daripada posting repot-repot rutenya, mending liat di peta aja, lebih gampang.Hehe…

Rute Angkutan Umum [Part 3] : Rute Angkot Jakarta

•August 5, 2009 • Leave a Comment

Angkot (Angkutan Perkotaan) bentuknya lebih kecil daripada bus metromini atau kopaja. Warnanya juga bervariasi, umumnya merah, biru muda, atau putih.

Angkot B01 : Grogol – Mr Angke
Angkot B03 :Joglo – Citraland, lewat Meruya, Kedoya, Tanjung Duren.
Angkot B14 : Puri Indah – Citraland, lewat Pasar Puri, Kedoya, Terusan Arjuna, Tanjung Duren.
Angkot C01 : Kebayoran Lama – Ciledug
Angkot C05 : Kebayoran Lama – Ceger
Angkot C09 : Lebak Bulus – Bintaro – Ceger – Pd Aren
Angkot C14 : Lebak Bulus – Ciledug
Angkot D01 : Kebayoran Lama – Tanah Kusir – Pondok Pinang – Lebak Bulus – Ciputat
Angkot D02 : Pondok Labu – Lebak Bulus – Ciputat
Angkot D07 : Ciputat – Pamulang – Muncul/Serpong
Angkot D09 : Pd Jagung – Bintaro Plaza – Rempoa – Situ Gintung
Angkot D15 : Lebak Bulus – Pondok Cabe – Pamulang
Angkot D18 : Ciputat – Ciledug
Angkot S03 : Kebayoran Lama – Tanah Kusir – Pondok Pinang – Lebak Bulus – Pondok Labu
Angkot S07 : Kebayoran Lama – Pondok Aren
Angkot S08 : Lebak Bulus – Ciputat – Rempoa – Bintaro
Angkot S10 : Kebayoran Lama – Velbak – Seskoal – Peninggaran – Tanah Kusir
Angkot S10 : Ciputat – Bintaro *kok ada 2 ya??*
Angkot S11 : Lebak Bulus – Fatmawati – Pasar Minggu
Angkot S12 : Lebak Bulus – Bona Indah – Ragunan
Angkot S14 : Lebak Bulus – Pondok Pinang – Deplu – Bintaro – Petukangan
Angkot M01 : Kampung Melayu – Pasar Senen
Angkot M06 : Kampung Melayu – Gandaria
Angkot M09 : Tanah Abang – Kebayoran Lama
Angkot M10 : Tanah Abang – Jembatan Lima
Angkot M11 : Tanah Abang – Meruya
Angkot M16 : Kampung Melayu – Pasar Minggu
Angkot M18 : Kampung Melayu – Kali Malang – Pondok Gede
Angkot M19 : Cililitan – Klender Bekasi
Angkot M20 : Pasar Minggu – Jati Padang
Angkot M27 : Kampung Melayu – Pulo Gadung
Angkot M28 : Kampung Melayu – Cawang – Pondok Gede
Angkot M29 : Cililitan – Kranji
Angkot M38 : Grogol – Bendungan Hilir
Angkot M44 : Kampung Melayu, Ambassador Mall, Karet Kuningan
Angkot 461 : UKI cawang – Pondok Gede

Sumber : kopaja44.web44.com dengan beberapa tambahan …

Rute Angkutan Umum [Part 2] : Rute Kopaja

•August 5, 2009 • 2 Comments

Kopaja (Koperasi Angkutan Jakarta) adalah bus semacam metro mini,, hanya saja warnanya hijau putih. Berikut ini rutenya:

Kopaja P 19 : Pasar Minggu – Blok M – Tanah Abang
Kopaja P20 : Lebak Bulus – Rasuna Said – Senen
Kopaja U 27 : Senen – Kelapa Gading
Kopaja T 57 : Blok M – Kampung Rambutan
Kopaja T 502 : Kampung Melayu – Tanah Abang
Kopaja 63 : Blok M – Depok
Kopaja S 66 : Blok M – Sudirman – Manggarai
Kopaja S 602 : Tanah Abang – Ragunan
Kopaja 605A : Blok M-Cilandak
Kopaja S 608 : Blok M -Tanah Abang
Kopaja 609 : Blok M – Meruya
Kopaja 612 : Kp.Melayu – Ragunan
Kopaja 613 : Blok M – Kebayoran Lama – Ulujami – Bintaro
Kopaja 614 : Pasar Minggu – Blok M – Kebayoran Lama – Cipulir
Kopaja 615 : Lebak Bulus – Blok M – Tanah Abang
Kopaja 616 : Blok M – Cipedak
Kopaja 620 : Blok M – Rasuna Said – Pasar Rumput
Kopaja 86 : Lebak Bulus – Arteri Pondok Indah – Kota
Kopaja 88 : Slipi – Grogol – Kalideres
Kopaja 93 : Tanah Abang – Kalideres
Kopaja 95 : Grogol – Rawa Bokor
Kopaja T.624 (Bekasi): Bekasi – Delta Mas
Kopaja S.140 (Bekasi): Bekasi – Jatiasih

Sumber : id.wikipedia.org, kopaja44.web44.com, dengan beberapa tambahan.

KP-33 [Edisi KP]

•July 17, 2009 • Leave a Comment

Sepintas tidak ada yang istimewa pada KP hari ke-33 di pagi harinya. Saya melakukan rutinitas seperti biasa, datang ke kantor pagi hari, pukul 07.00 WIB. Sampai di kantor kembali berkutat dengan yang namanya laporan KP.

Tiba-tiba, timbulah kehebohan di kantor. Penyebabnya adalah sebuah siaran berita di televisi yang menyiarkan adanya dua buah ledakan bom di Kuningan, tepatnya di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Kebetulan tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat KP. Konon kabarnya, orang-orang yang berada di bawah merasakan getaran ledakan bom. Beberapa jam kemudian, kira-kira sekitar jam 10.30 WIB, terdengar kabar bom mobil meledak di Muara Angke. Namun, belakangan diketahui bahwa kasus di Muara Angke tersebut bukan berasal dari bom mobil. Turut berduka cita untuk para korban. Dengan demikian, terjadi dua buah ledakan bom di Jakarta dalam satu hari.

Setengah jam kemudian, kami berangkat menuju sebuah site di daerah Bekasi. Tampak bahwa Jalan Gatot Subroto dan Rasuna Said sepi. Barangkali orang-orang ketakutan? Terlihat juga beberapa polisi di kawasan tersebut.

Setelah pekerjaan di site selesai, kami kembali menuju Jakarta. Ups,, di tengah jalan, mobil kami dihentikan oleh beberapa orang polisi. Ada razia bom.. Wah,, ternyata efek dari bom tadi pagi sampai juga di Bekasi. Mobil-mobil yang lalu lalang pada jalan itu dialihkan ke sebuah lapangan bola. Di lapangan, kami disuruh turun dari mobil dan penggeledahan dilakukan. Untunglah,, segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

razia bom

Ironis juga memang, kasus pengeboman di Indonesia sudah terjadi berulang-ulang kali, bahkan hotel JW Marriot pernah terkena ledakan bom sebelumnya. Mengutip kata-kata seorang teman :

mpe kapan ya kayak gini?

Rute Angkutan Umum [Part 1] : Rute Metromini Jakarta

•July 12, 2009 • 1 Comment

Warga Jakarta tentu familiar dengan bus yang berwarna orange-biru ini. Untuk yang akan berpergian di dalam kota Jakarta, Metromini merupakan salah satu alternatif angkutan umum yang murah meriah. Ongkosnya cukup 2000 rupiah sekali naik, tidak peduli jauh ataupun dekat. Meskipun murah meriah, tetap saja metromini ini tidak luput dari yang namanya kemacetan. Memang, macet ini merupakan salah satu penyakit parah yang diderita Jakarta dan nggak sembuh-sembuh sampai sekarang T_T. Kapan ya sembuhnya? Berikut ini adalah rute metromini yang ada …

MetroMini 001 rute Senen – RS Islam Cempaka Putih – Taman Solo
MetroMini 003 rute Senen – Cempaka Putih – Rawamangun
MetroMini 005 rute Senen – Johar Baru – Mardani
MetroMini 007 rute Senen – Cempaka Mas – Semper
MetroMini 010 rute Senen – Kemayoran – Sunter
MetroMini 011 rute Senen – Kemayoran – Bendungan Jago
MetroMini 015 rute Senen – Sabang – Setiabudi
MetroMini 017 rute Senen – Cikini – Manggarai
MetroMini 023 rute Tanjung Priok – Cilincing
MetroMini 024 rute Tanjung Priok – Sunter – Senen
MetroMini 030 rute Kota – Pluit – Muara Angke
MetroMini 041 rute Pulo Gadung – Tugu – Tanjung Priok
MetroMini 042 rute Pulo Gadung – Penggilingan – Perumnas Klender
MetroMini 043 rute Pulo Gadung – Pondok Ungu – Seroja
MetroMini 044 rute Pulo Gadung – Penggilingan – Pulo Gebang
MetroMini 045 rute Pulo Gadung – Jatiwaringin – Pondok Gede
MetroMini 046 rute Pulo Gadung – Utan Kayu – Kampung Melayu
MetroMini 047 rute Senen – Cempaka Putih – Pondok Kopi
MetroMini 049 rute Pulo Gadung – Utan Kayu – Manggarai
MetroMini 050 rute Kampung Melayu – Duren Sawit – Perumnas Klender
MetroMini 052 rute Kampung Melayu – Buaran – Stasiun Cakung
MetroMini 053 rute Kampung Melayu – Condet – Kampung Rambutan
MetroMini 054 rute Kampung Melayu – Kalimalang – Pondok Kelapa
MetroMini 058 rute Cililitan – Pondok Bambu – Perumnas Klender
MetroMini 060 rute Manggarai – Tebet – Kampung Melayu
MetroMini 061 rute Manggarai – Bukit Duri – Kampung Melayu
MetroMini 062 rute Manggarai – Pancoran – Pasar Minggu
MetroMini 064 rute Pasar Minggu – Kalibata – Cililitan
MetroMini 069 rute Blok M – Pasar Mayestik – Velbak – Kebayoran Lama – Kreo – Ciledug
MetroMini 070 rute Blok M – Pasar Mayestik – Arteri Pondok Indah – Permata Hijau – Pos Pengumben – Joglo
MetroMini 071 rute Blok M – Pasar Mayestik -  Arteri Pondok Indah – Tanah Kusir – Kodam Bintaro
MetroMini 072 rute Blok M – Ahmad Dahlan – Radio Dalam – Pondok Indah Mall – Arteri Pondok Indah – Lebak Bulus
MetroMini 074 rute Blok M – Pasar Mayestik – Velbak – Arteri Pondok Indah – Tanah Kusir – Rempoa
MetroMini 075 rute Blok M – Mampang – Warung Buncit – Pasar Minggu
MetroMini 076 rute Blok M – Cilandak – Kampung Rambutan
MetroMini 077 rute Blok M – Mampang – Ragunan
MetroMini 078 rute Blok M – Pasar Mayestik – Kebayoran Lama – Cidodol
MetroMini 079 rute Blok M – Fatmawati – Terogong – Pondok Indah – Lebak Bulus
MetroMini 082 rute Kalideres – Kamal – Kapuk – Grogol
MetroMini 084 rute Kalideres – Pluit – Kota
MetroMini 085 rute Kalideres – Kebon Jeruk – Permata Hijau – Pondok Indah – Lebak Bulus
MetroMini 091 rute Batusari – Tanjung Duren – Citraland – Grogol – Roxy Mas – Tanah Abang
MetroMini 092 rute Joglo – Kedoya – Jalan Panjang – Daan Mogot – Grogol
MetroMini 506 rute Kampung Melayu – Klender – Pondok Kopi
MetroMini 610 rute Blok M – Cipete – RS Fatmawati – Pondok Labu
MetroMini 611 rute Blok M – Pasar Mayestik – Arteri Pondok Indah – Pondok Pinang – Pasar Jum’at – Lebak Bulus
MetroMini 619 rute Blok M – Pangeran Antasari – Pondok Labu – Cinere
MetroMini 640 rute Pasar Minggu – Pancoran – Gatot Subroto – Sudirman – Thamrin – Kebon Sirih – Tanah Abang
MetroMini 719 rute Lebak Bulus – Pondok Gede – Jatiasih
MetroMini 733 rute Blok M – Bintara – Kranji
MetroMini 783 rute Kampung Melayu – Kalimalang – Cibubur – Cileungsi
MetroMini 789 rute Perumnas Klender – Pulo Gadung – Harapan Indah
MetroMini 792 rute Perumnas Klender – Pondok Kelapa – Bekasi
MetroMini 811 rute Blok M – Lebak Bulus – Rempoa – Bintaro

Sumber : id.wikipedia.org, kopaja44.web44.com, dengan beberapa tambahan.

Barangkali ada yang mau menambahkan?

Kalau diperhatikan, sepertinya ada yang unik dari rute metromini ini. Nomor rutenya. Coba lihat baik-baik. Ada nomor-nomor yang terlewat, rute no. 73 misalkan. Padahal no. 71, 72, 74, dan 75 ada. Lalu dari rute 92 ke 506, bedanya nomor rutenya jauh sekali, sampai ratusan. Hmm,, emang penomorannya seperti itu atau ada yang terlewat dalam daftar rute ini?

PEMILU 2009 [Part 4]

•July 8, 2009 • Leave a Comment

Kembali posting…

Tadi, saya kembali ke TPS untuk melihat hasil perhitungan suara. Cukup banyak juga warga yang menyaksikan. Selain warga, juga ada pak polisi dan petugas dari kelurahan (buat quick count katanya). Suasananya cukup ramai gara-gara selera humor panitia pemilu. Selain itu, yang meramaikan suasana adalah adanya makanan ringan … Hehe … Terima kasih buat yang sudah menyumbang.

Proses perhitungan suara cukup cepat, pukul 14.00 sudah selesai. Saat saya ke TKP, eh TPS, perhitungan suara sudah hampir selesai. Ini dia pemenangnya …

wp-hasil1

Rinciannya adalah sebagai berikut

  1. 80 suara (10,8%)
  2. 327 suara (44,13%)
  3. 60 suara (8,1%)
  4. No.0 ==> Nggak dateng + Kagak sah = 7 + 267 = 274 (36,97%)

Secara grafik …

wp-hasil2

Hasil quick count sepertinya tidak jauh berbeda, sebagaimana yang saya lihat di televisi. Meskipun demikian, ya.. sebaiknya kita menunggu pengumuman resmi dari KPU. Yang menang harus rendah hati, jangan menyombongkan diri. Yang kalah juga harus menerima dengan lapang dada. Untuk semua calon, ditunggu kontribusinya sebagaimana yang telah dikatakan dalam kampanye dan debat yang lalu.