Terjadi percakapan di sebuah ruangan, kira-kira seperti ini.
B : Servernya lagi mati ya?
A : Udah gw nyalain.
B : Sebelumnya mati?
A : Nggak,, sebelumnya nyala …
Ada yang janggal dari percakapan di atas?

Terjadi percakapan di sebuah ruangan, kira-kira seperti ini.
B : Servernya lagi mati ya?
A : Udah gw nyalain.
B : Sebelumnya mati?
A : Nggak,, sebelumnya nyala …
Ada yang janggal dari percakapan di atas?
Kamar Anda pernah didatangi gerombolan semut? Terkadang kedatangan mereka menyebalkan juga,, terutama kalau “menyerang” makanan kita. Lebih menyebalkan lagi kalau yang datang semut merah kecil-kecil. Bayangin aja, lagi asyik-asyik mengetik pakai komputer tiba-tiba ada serangan semut merah kecil. Lumayan juga efek serangannya,, sampai membuat gatal-gatal.
Lalu,, bagaimana cara mengatasinya? Ada berbagai macam cara, misalnya menggunakan racun semut atau kapur semut. Tapi ada cara yang lebih alami, yaitu menggunakan cengkeh. Silakan cari di toko terdekat *carinya di toko yang jual ya :p *
Nih,, buat yang belom tahu rupanya cengkeh.

Caranya cukup sederhana. Taburkan cengkeh di sekeliling benda yang akan dilindungi dari semut. Jadi, jika ingin kamar terbebas dari semut,, ya tinggal taburkan cengkeh secukupnya di seluruh pelosok kamar,, terutama yang dicurigai sebagai jalur masuknya semut. Kalau mau melindungi gula dari semut,, cukup masukkan beberapa cengkeh ke dalam gula. Nah,, ini kelebihan cara alami ini, kalau racun semut nggak mungkin dimasukkan ke dalam gula. :p
Cara ini cukup ampuh mengatasi serangan semut. Tapi tetap saja ada efek sampingnya,, lho?? Iya,, nanti kamar Anda bisa-bisa dibilang pabrik rokok oleh teman yang datang berkunjung ^^
Teknologi GSM mempunyai arsitektur yang dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian utama, yaitu:
SSS sering juga disebut Network Switching Subsystem (NSS). SSS berfungsi untuk :
Untuk menjalankan fungsinya, SSS memiliki perangkat-perangkat seperti Mobile Switching Center (MSC), Home Location Register (HLR), Visitor Location Register (VLR), dan sebagainya.
RSS terdiri atas Mobile Station (MS) dan Base Station Subsystem (BSS). MS terdiri dari SIM dan Mobile Equipment (ME). ME ini kita kenal sebagai HandPhone (HP) . Sementara itu, BSS tersusun atas:
Base Transceiver Station (BTS)
BTS merupakan transceiver yang mendefinisikan sebuah sel dan menangani hubungan link radio dengan MS. BTS terdiri dari perangkat pemancar dan penerima, seperti antena dan pemroses sinyal untuk sebuah interface. MS dan BTS dihubungkan dengan Um-interface. Dalam BTS, terdapat Radio Base Station (RBS), yaitu suatu perangkat radio yang diperlukan untuk melayani satu atau lebih sel dalam suatu jaringan. RBS menjalankan berbagai fungsi, seperti radio resource, pengolahan sinyal, penanganan local maintenance, dan sinkronisasi.
Base Station Controller (BSC)
BSC mengontrol dan mengawasi radio resouces pada BTS. Beberapa fungsi utama BSC adalah mengawasi BTS, manajemen jaringan transmisi, pengoperasian dan pemeliharaan BSS, dan penanganan koneksi MS.
Selain kedua bagian tersebut, BSS juga mempunyai unit yang disebut sebagai transcoder, yaitu unit yang mengubah kecepatan speech dari 64 kbit/s menjadi 16k atau 8k, 13+3kbit/s dan 15,1+0,9 kbit/s pada full rate dan enhanced speech coder), ataupun 6,5 + 1,5 kbit/s (half rate) pada setiap kanal. Transcoder ini dapat bergabung dengan BSC ataupun berdiri sendiri, sehingga memunculkan istilah berikut.
Untuk memperjelas, arsitektur BSS dapat dilihat pada gambar berikut.

OSS merupakan subsistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian, seperti fault management, configuration management, performance management, dan inventory management. OSS ini menghubungkan sistem pengaturan koheren yang mendukung beberapa elemen jaringan, seperti MSC, BSC, RBS, HLR, VLR, dan sebagainya. OSS terdiri dari 2 level node, yaitu:
GSM merupakan salah satu teknologi generasi kedua (2G) yang banyak dipakai di seluruh dunia. GSM merupakan sistem multiservice yang memungkinkan berlangsungnya berbagai tipe komunikasi. Layanan komunikasi yang diberikan oleh GSM terdiri dari layanan percakapan dan layanan data, seperti Short Message Service (SMS), gambar, file komputer, dan sebagainya.
Pada awalnya, GSM dirancang untuk beroperasi pada frekuensi 900 Mhz. Pada frekuensi ini, frekuensi uplink (komunikasi dari telepon seluler ke cell site) yang digunakan adalah frekuensi 890–915 MHz, sedangkan frekuensi downlink (komunikasi dari cell site ke telepon seluler) menggunakan frekuensi 935–960 MHz. Bandwidth yang digunakan adalah 25 Mhz (915–80 = 960–35 = 25 Mhz), dan lebar kanal sebesar 200 Khz.
Pada perkembangannya, jumlah kanal yang ada semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan. Hal ini disebabkan oleh pesatnya pertambahan jumlah pengguna jasa seluler. Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih banyak, regulator GSM di Eropa mencoba untuk menggunakan tambahan frekuensi untuk GSM, yaitu pada band frekuensi di daerah 1800 Mhz dengan frekuensi 1710-1785 Mhz sebagai frekuensi uplink dan frekuensi 1805-1880 Mhz sebagai frekuensi downlink. GSM dengan frekuensi yang baru ini kemudian dikenal dengan sebutan GSM 1800. Sementara itu, GSM dengan frekuensi 900 MHz disebut GSM 900. GSM 1800 yang menyediakan bandwidth sebesar 75 Mhz (1880-1805 = 1785–1710 = 75 Mhz). Dengan lebar kanal yang sama dengan GSM 900, GSM 1800 akan menyediakan 375 buah kanal.
Gelombang radio (carrier) yang digunakan dalam sistem GSM dibagi menjadi kanal-kanal yang disebut time slot. Time slot ini dipergunakan oleh jenis kanal yang berbeda. Transfer voice dan data menggunakan kanal radio yang disebut dengan traffic channel (TCH). Selain itu, terdapat juga control channel yang mentransfer broadcast, paging, dan access control. Setiap 8 buah time slot dikelompokkan menjadi sebuah frame yang dapat dipergunakan untuk 8 buah percakapan.
Referensi : id.wikipedia.org
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, suatu daerah geografis dibagi menjadi area-area kecil yang disebut dengan sel. Oleh karena itu, sistem komunikasi ini disebut sistem komunikasi seluler.
Pada awalnya, sebuah base station melayani daerah sel yang cukup luas. Luasnya daerah cakupan ini dipengaruhi oleh tinggi menara, sifat antena yang dipergunakan, dan batas daya yang dapat diterima oleh MS. Meskipun desainnya sederhanya dan biaya awal murah, sistem konvensional ini memiliki berbagai kelemahan, seperti :
Untuk mengatasi berbagai kelemahan ini, sistem seluler menggunakan base station dengan ketinggian yang rendah, daya pancar yang lebih rendah, dan jangkauan terbatas. Dengan kata lain, sel yang tadinya berukuran cukup besar menjadi lebih kecil. Pada sistem ini, digunakan juga konsep pengulangan frekuensi (frequency reuse).
Jika pada base station digunakan antena omnidireksional, yaitu antena yang memancar ke segala arah, maka bentuk sel yang paling cocok adalah lingkaran. Meskipun demikian, sel-sel yang digunakan dalam sistem komunikasi seluler pada umumnya berbentuk segienam (heksagonal). Jika sel menggunakan bentuk geometri lingkaran, sel yang satu dengan yang lain tidak berkesinambungan dengan sempurna. Hal ini terjadi karena adanya gap antar sel, seperti yang dapat dilihat pada gambar berikut.

Dengan penggunaan sel heksagonal, seluruh area georgrafis dapat tercakup dan penggambarannya akan lebih bersih.
Referensi : slide kuliah Pak Adit, kendaripos.co.id
Sambungan dari sini.
—–
Sistem komunikasi seluler merupakan salah satu jenis komunikasi bergerak, yaitu suatu komunikasi antara dua buah terminal dengan salah satu atau kedua terminal berpindah tempat. Dengan adanya perpindahan tempat ini, sistem komunikasi bergerak tidak menggunakan kabel sebagai medium transmisi.
Sistem komunikasi seluler dapat melayani banyak pengguna pada cakupan area geografis yang cukup luas dalam frekuensi yang terbatas. Sistem ini juga menawarkan kualitas yang cukup tinggi dan tidak kalah jika dibandingkan dengan telepon tetap (Public Switched Telephone Network atau PSTN) *barangkali lebih dikenal dengan istilah telepon rumah*. Untuk menambah kapasitas, daerah jangkauannya dibatasi dengan adanya pembagian area menjadi sel-sel. Dengan adanya sel-sel ini, kanal radio dapat dipergunakan kembali *istilahnya re-use* oleh base station pada jarak yang berjauhan. Ketika pengguna jasa seluer berpindah dari satu sel ke sel lain, panggilan dijaga agar tidak terinterupsi dengan menggunakan salah satu teknik switching, yaitu handoff. Berikut ini adalah gambaran umum sistem komunikasi seluler.

Dari gambar, dapat dilihat bahwa sistem komunikasi seluler terdiri dari komponen berikut.
Referensi : slide kuliah Pak Adit, dll *lupa euy,, nanti kalo inget ditambahin*
Iseng-iseng posting sebagian isi laporan tentang GSM yang pernah saya buat, barangkali bermanfaat.
—-
Komunikasi seluler merupakan salah satu teknologi yang dipergunakan secara luas dewasa ini. Komunikasi seluler ini berkembang dari teknologi telepon radio yang biasa dipergunakan dalam berbagai kendaraan, seperti taksi, mobil polisi, dan ambulans. Telepon radio sendiri diperkenalkan pada tahun 1946 di Missouri, Amerika Serikat. Telepon radio ini menggunakan gelombang radio, seperti radio pada umumnya.
Setahun kemudian, teknologi telepon seluler mulai diusulkan oleh insinyur-insinyur di Laboratorium Bell dengan menggunakan konsep sel-sel heksagonal. Menara seluler diusulkan untuk diletakkan pada bagian sudut sel heksagonal sehingga dapat memancar ke 3 arah pada masing-masing sel yang bersebalahan. Meskipun demikian, teknologi ini tidak terlalu berkembang.
Telepon seluler otomatis komersial pertama dikembangkan oleh Ericsson, yaitu Mobile Telephone System A (MTA) pada tahun 1956. Sistem ini tidak memerlukan kontrol manual, namum memiliki kekurangan yang terletak pada berat telepon, sekitar 40 kg *wow,, kebayang nggak betapa beratnya HP zaman dulu*. Pada tahun 1958, Leonid Kupriyanovich, seorang insinyur radio Uni Sovyet, membangun suatu percobaan yang menghasilkan telepon seluler dengan derat 0,5 kg. Meskipun telepon seluler komersial dikembangkan sejak tahun 1950-an, namun telepon seluler yang sukses pengembangannya baru terjadi pada tahun 1971 di Finlandia, yaitu jaringan Autoradiopuhelin (ARP).
Di Indonesia sendiri, teknologi telepon seluler diperkenalkan pada tahun 1984 dengan teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT). Pada era itu, telepon seluler masih berukuran besar, dengan berat kira-kira 0,5 kg. Pada tahun 1993, teknologi Global System for Mobile (GSM) mulai berkembang di Indonesia setelah distandarkan di Eropa pada tahun 1989 dan diluncurkan pada tahun 1992. Tahun selanjutnya, operator GSM pertama di Indonesia, PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) mengawali kegiatan bisnisnya di daerah Jakarta. Telepon seluler sudah mulai berukuran kecil dan harganya lebih terjangkau.
Pada tahun 1997, GSM menguasai hampir 30% pasar telekomunikasi wireless. Jumlah pelanggan GSM mencapai lebih dari 66 juta pada akhir tahun 1997, dengan 256 operator di 110 negara. *apalagi sekarang*
Referensi utama : wikipedia
Sebenernya kelanjutan dari tulisan ini sih..
Setelah mendapatkan fil *.HEX dengan bantuan ASM51, sebaiknya perlu dilakukan simulasi terlebih dahulu untuk mengecek apakah program yang dibuat sesuai dengan yang diinginkan. Untuk keperluan ini, sang dosen menyuruh kami untuk menggunakan program AVSIM51 sebagai simulator. Cukup men-double click AVSIM51.exe dan akan keluar tampilan seperti ini.

Berhubung kami menggunakan 8051, ketik saja huruf A dan simulasi dapat dilakukan. Namun,, ternyata tidak semudah itu,, sebab tampilan selanjutnya seperti ini *jangan kaget ya..*.

Wow,, apa-apaan tuh? Keliatannya cukup rumit… Pertanyaan yang langsung muncul adalah: Gimana cara memakainya?? Setelah dipelajari, diutak-atik, dan nanya sana-sini, ternyata cara simulasinya adalah seperti ini.
1. Ketik huruf “l” *tanpa tanda petik* untuk me-load file.
2. Selanjutnya ketik huruf a, untuk me-load avocet *avocet itu apa ya? hahaha,, yang penting pake aja dulu*
3. Selanjutnya, AVSIM51 memerintahkan untuk mengetikkan nama file, ketik nama file (*.HEX) yang mau disimulasikan, misalkan 11A.HEX. Setelah di-enter, ada perubahan di kolom “Label” dan “Operation”, lihat di bagian kiri atas.

4. Lho,, trus hasil simulasi bisa dilihat dimana? Ternyata, memang simulasi belum dijalankan, untuk itu perlu tekan tombol F1 di bagian kiri atas keyboard Anda. Yup,, setelah itu ada perubahan.
Bagaimana cara melihat hasil simulasinya? Sebelum melihatnya, ada baiknya mengkaji source code program yang di-load ke simulator, dalam hal ini program 11A. Programnya cukup sederhana kok.
Intinya, program ini mengeset agar port 1 (P1) mengeluarkan output 11110101. Apakah simulasi menunjukkan hasil yang sama? Mari kita lihat.

Lihat kotak merah,, P1 sudah bernilai 11110101, seperti yang seharusnya. Horee,, simulasinya berhasil…. Tapi masih ada pertanyaan yang mengganjal: program ini kan menggunakan P1 sebagai output,, kalo P1 digunakan sebagai input gimana cara simulasinya ya? Ada yang bisa? Btw,, kalo mo mensimulasikan file lain, jangan lupa di-reset (ketik r kemudian ketik c), kalo nggak di-reset kadang-kadang hasilnya suka ngaco. Untuk keluar dari AVSIM51, cukup ketik q, lalu ketik e…
Postingan kali ini adalah kisah nyata di sebuah kampus di Indonesia. Ceritanya lagi ada presentasi…
Pembicara : Teman saya sedang berada di Jakarta Conventional Center…
Ada yang aneh dari kalimat ini?
Copas dari email forward-an.
==========
Pada suatu perlombaan panahan, ada 3 peserta yang mengikutinya. Peserta1 dari Inggris, Peserta 2 dari Amerika, dan Peserta 3 dari Indonesia.
Peserta 1 dari Inggris menunjukkan kebolehannya dengan meletakkan semangka di atas kepala sesorang. Setelah diukur, dikeker, dilepaskan anak panahnya, plesh. Ternyata semangkanya terbelah dua. Plok, plok, plok … tepuk tangan para penonton. Dengan bangganya si Inggris berkata : I AM …….ROBIN HOOD.
Peserta 2 dari Amerika meletakkan jeruk di atas kepala sesorang. Setelah diukur, dikeker, dilepaskan anak panahnya, Plesh, ternyata jeruk itu terbelah dua. Plok, plok, plok, plok… penonton bertambah kagum. Si Amerika berkata : I AM …… SUPERMAN
Peserta 3 membuat penonton menahan napas, karena dia meletakkan sebuah duku diatas kepala sesorang. Anak panah ditarik, penonton terbelalak ……….
ternyata anak panah itu mengenai jidat orang itu dan ……
matilah dia.
Lalu si Indonesia berkata : I AM ……….. SORRY
==========
Humor-humor semacam ini hampir selalu melibatkan Indonesia,, kenapa ya?