Web 3.0 : Ketika Internet Semakin Cerdas

Perkembangan teknologi internet semakin canggih dari masa ke masa. Jika menerawang ke masa lampau, sekitar akhir 90-an atau awal 2000-an, kita mungkin teringat akan tampilan web yang HTML-sentris,, khas banget lah pokoknya. Sering dijumpai penggunaan tag HTML seperti marquee *tulisannya bisa jalan2* atau blink *tulisannya jadi kedap-kedip*. Banyak juga yang pake frameset,, hmm kalo sekarang masih ada nggak ya? Webnya juga statik,, jadi isinya nggak berubah2,, kecuali diubah oleh sang admin tentunya.

Itulah generasi yang telah lalu,, namanya Web 1.0. Sekarang, kita berada di zaman Web 2.0. Webnya bersifat dinamis, sehingga kita juga dapat berkontribusi dalam memberikan informasi di web page tersebut misalnya bisa kasih komentar. Tampilannya lebih interaktif dan menarik,, kontras dengan Web 1.0 *tapi mungkin di zaman Web 1.0 tampilan seperti itu menarik…* Web 2.0 ditandai dengan boomingnya situs-situs semacam Facebook, Twitter, berbagai macam blog *tentunya blog ini salah satunya :D*, dan kawan-kawannya.

Hmm,, kira-kira di masa yang akan datang gimana ya? Setelah Web 2.0,, ya tentu penerusnya diberi nama Web 3.0. Sebenarnya belum ada definisi pastinya dari Web 3.0 ini, tapi pendapat yang dominan adalah Web 3.0 akan menggunakan konsep Web Semantik. Apaan tuh? Semantik itu cabang ilmu linguistik yang berusaha untuk memahami makna yang terkandung di dalam sebuha bahasa, kata, kode, atau semacamnya. Komputer sekarang tidak mengerti apa makna kata-kata yang kita tuliskan di komputer tersebut, manusialah yang bisa memahami. Nah,, di Web 3.0 komputer bisa memahami makna di balik sebuah informasi. Wah,, komputer jadi semakin pintar saja. Bahkan ada yang berpendapat bahwa komputer bisa jadi asisten pribadi kita. Jangan heran kalau nanti kita bisa nanya ke komputer semacam ini, “Eh komputer,, siang ini saya enaknya makan di mana ya?” Wow…

Tapi yang namanya teknologi hampir selalu ada dampak negatifnya. Bayangkan saja,, kalau komputer semakin cerdas,, jangan-jangan dunia bisa diambil alih oleh komputer. Wah,, kayak di film-film Hollywood aja ya… Selain itu,, manusia bisa aja jadi semakin ansos dan nggak percaya diri,, soalnya tenggelam dalam kehidupan dunia maya. Oleh karena itu, perlu juga dipikirkan cara-cara untuk meminimalisasi dampak tersebut.

Yang mau tahu lebih lanjut silakan baca wikipedia, atau bacaan yang ini. Yang ini juga boleh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s