Mana Kejadian yang Sebenarnya?

Tadi siang di sebuah angkot yang berwarna biru – kuning – hijau, ada seorang perempuan duduk di dekat pintu. Kemudian, datanglah 3 orang mas-mas, tampangnya sih agak mencurigakan, tapi ya nggak bisa juga hanya melihat dari tampangnya. Kalau kata pepatah sih “Don’t judge a book by its coveratau jangan menghukum buku dengan koper😆 Satu orang duduk di depan si perempuan itu (sebut saja Mas 1), seorang lagi di sebelahnya (Mas 2), dan yang terakhir mengambil posisi di dekat supir (Mas 3).

Untuk beberapa saat perjalanan lancar-lancar saja. Mas 1 tiba-tiba mengeluarkan HP-nya yang berwarna hitam, mulailah dia ber-SMS ria dan menelpon, sambil berkomunikasi dengan Mas 2 dan 3 dengan bahasa yang tidak dapat saya mengerti (memberi kode? atau bercandaan?). Nah ini dia klimaksnya,, tiba-tiba si Mas 2  mulai memegang-megang si mbak. Tentu saja si mbak nggak terima.

“HEHHH!!! Ngapain kamu megang-megang????” kata Si Mbak marah-marah.

“Yeee,, nggak kok,, nggak ngapa-ngapain!!” balas Mas 2 yang cengar-cengir. Begitu juga dengan Mas 1.

Wah,, rasa-rasanya itu mas-mas rada nggak bener nih, begitu tampaknya pikiran seluruh penumpang yang langsung jaga jarak dengan Mas 1 dan 2. Supir angkotnya saja sampai memberhentikan kendaraan. Syok barangkali. Lalu, ada penumpang yang mau naik, tapi mengurungkan niatnya setelah mendengarkan dialog di atas.

Tiba-tiba si Mbak teriak ke Mas 1, “ITU HP SAYA YAAAA????!!!!!! BALIKIN!!!!!”.

“Yeee,,, nggak kok mbak, orang saya tadi lagi telpon!!” bantah Mas 1 sambil marah-marah.

Mulailah adegan rebut-rebutan HP antara si Mbak dengan Mas 1.

Mas 2 membela temannya, “Coba cek dulu tasnya mbak, ada HP-nya nggak?”

Si Mbak terdiam seribu bahasa. Tapi saya tidak melihat si Mbak mengecek tasnya. Akhirnya suasana kembali tenang. Perjalanan dilanjutkan kembali. Kemudian, si Mbak turun, disusul oleh Mas 1 dan 2. Mas 3 turun terakhir.

Menurut saya, kejadian ini cukup ganjil. Ada beberapa kemungkinan. Kira-kira apa yang sebenarnya terjadi?

  1. 3 Mas-mas itu memang ingin berbuat jahat. Mereka memang berniat nyolong di angkot itu, tapi gagal karena si Mbak keburu marah-marah duluan. Atau mungkin juga berhasil, karena kejadian itu akan mengalihkan perhatian penumpang, sehingga Mas 3 yang tidak terlibat dalam adegan itu leluasa mengambil barang berharga penumpang. Dengan demikian, jelaslah mengapa diperlukan 3 orang untuk beraksi.
  2. 3 Mas + 1 Mbak emang satu grup dan berniat untuk nyolong HP penumpang angkot. Mas 2 sengaja mengganggu si Mbak lalu si Mbak sengaja menuduh Mas 1 mencuri HP-nya. Ketika perhatian semua penumpang teralihkan ke adegan ini, Mas 3 dengan leluasa bisa nyolong barang berharga penumpang lain. Lagipula kok si Mbak tiba-tiba diem padahal kan sebelumnya sempat digangguin Mas 2?
  3. Tiada ada yang berniat jahat di angkot. Si Mbak terlalu berprasangka buruk ke 3 orang Mas tadi. Sebenarnya HP itu bukan milik si Mbak, dan si Mbak baru nyadar kalo HP-nya ada di dalem tas, jadi langsung diam 1000 bahasa menahan malu.
  4. Jawaban a, b, dan c salah

Hayo,, kira-kira yang mana ya? Benar dapet +4, salah dapet -1. FYI, ini adalah kisah nyata dan apapun kejadian yang sebenarnya (Wallahu A’lam), setidaknya ada hikmah yang dapat kita ambil, yaitu (minjem kalimatnya Bang Napi)

Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari si pelaku tetapi karena juga ada kesempatan. Waspadalah!! Waspadalah!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s