Mengenal Radar [Part 2]

Lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Jarak Maksimum

Pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa jauh radar mampu mendeteksi suatu objek? Adakah batasnya? Yang pasti, semua yang diciptakan di dunia ini memiliki batasan, begitu juga dengan radar dan yang membatasi jarak ini adalah cara kerja dari radar itu sendiri.

Begini, radar mengirimkan suatu gelombang atau sinyal dengan bentuk tertentu secara berulang-ulang, contohnya sinyal kotak (atau pulsa, tapi bukan pulsa HP ya) seperti ini.

Sinyal tersebut kemudian ditumpangkan (istilah kerennya : dimodulasi) ke suatu sinyal sinusoidal dengan frekuensi yang lebih tinggi. Ya,, ibaratnya seperti kita ingin pergi dari Indonesia ke Amerika, pasti harus numpang pesawat atau alat transportasi yang lain kan, masak mau jalan kaki? Lalu, sinyal yang diterima pasti akan ter-delay bukan? Delay akan tergantung dari posisi objek. Bagaimana jika sinyal yang ter-delay (warna merah) ada di posisi berikut (1,2, atau 3)?

Jika delay berada di posisi 1, maka jarak dapat diketahui dengan mengukur beda waktu posisi 1 dan pulsa A. Demikian pula untuk posisi 2, di sini jelas bahwa pulsa ini berasal dari pulsa A. Tidak mungkin dari pulsa B, kalau dari pulsa B ya berarti tidak ada delay dan ini tentu tidak menarik. Kenapa? Kalo nggak ada delay ya berarti bendanya ada di depan radar. Kalau seperti itu, kita tidak perlu radar, pengamatan dengan mata sudah cukup😀.

Nah, yang jadi masalah adalah, bagaimana jika pulsa yang diterima ada di posisi 3? Pulsa yang di posisi 3 berasal dari pulsa A atau B? Nah lo! Bingung kan? Terjadi suatu keambiguan di sini. Sama saja seperti pelajaran bahasa Indonesia, misalnya ada kalimat “Istri direktur yang baru  pergi ke luar negeri.” Nah, yang baru itu direkturnya atau istrinya? Kurang lebih kasus radar ini  mirip dengan contoh tersebut.

Dari gambar, terlihat bahwa posisi “aman” yang paling jauh adalah posisi 2. Jika jarak antar pulsa adalah T, maka posisi 2 terletak pada T detik setelah pulsa A dikirimkan. Berhubung R = /2, maka jarak “aman” maksimum adalah:

R_{max}=\cfrac{CT}{2}

Jarak ini disebut maximum unambiguous range. Di atas jarak ini, radar tidak dapat mendeteksi jarak objek dengan benar.

Kecepatan Maksimum

Lalu, bagaimana dengan kecepatan benda, apakah ada batas maksimumnya seperti jarak? Ternyata ada.

Seperti yang kita telah ketahui bersama, informasi kecepatan ini diperoleh dari frekuensi Doppler. Berhubung pulsa ditumpangkan ke sinyal sinusoidal (sin atau cos), maka frekuensi Doppler akan menambah frekuensi atau sudut fasa sinyal sinusiodal ini, sehingga menjadi sin atau cos  (tralala + 2πfdt). Perlu diingat bahwa “2πfdt” tidak bisa bernilai di luar –π sampai π (sudut dalam satuan radian). Misalnya, sudut 1,5π atau 270º akan sama nilainya dengan -0.5π atau -90º. Untuk posisi “aman” terjauh (yaitu posisi 2), nilai maksimum dari frekuensi Doppler adalah:

2\pi f_{d_{max}}T=\pi

f_{d_{max}}=\cfrac{1}{2T}

Dengan memasukkan v=\frac{f_{d}\lambda}{2} , didapatkan persamaan berikut.

v_{max}=\cfrac{\lambda }{4T}

Di atas kecepatan itu, hasil deteksi radar akan tidak akurat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jarak dan kecepatan maksimum ini perlu diperhatikan untuk akurasi hasil deteksi…

Sumber : Kuliah Sistem Radar dan Sistem Observasi …

One response to “Mengenal Radar [Part 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s