Bagaimana Cara Meramal Gempa Bumi?

Bencana gempa bumi semakin hari semakin sering saja. Kerugian yang ditimbulkan seringkali cukup serius. Tentu kita tidak lupa, tanggal 26 Desember 2004, ketika sebuah gempa dahsyat di Samudra Hindia menyebabkan bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, bahkan konon katanya sampai ke Afrika. Tahun-tahun selajutnya, semakin sering saja terjadi gempa, seperti di Yogya, Padang, Tasikmalaya, dll.

Pertanyaannya adalah: dapatkan gempa bumi diprediksi terlebih dahulu sebelum kejadian, sehingga korban jiwa dan kerusakan yang lebih parah dapat dicegah? Ternyata ada kemungkinan gempa dapat diprediksi. Info ini saya dapat ketika mengikuti kuliah umum yang diberikan oleh seorang profesor dari Jepang hari Jumat yang lalu.

Bagaimana caranya? Yaitu dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Hmm.. lagi-lagi gelombang EM ya,, memang gelombang ini banyak gunanya😀. Prinsipnya sederhana, hanya memanfaatkan pemancar-pemancar telekomunikasi yang telah ada. Kita hanya perlu penerima saja yang dapat menerima sinyal-sinyal dari berbagai pemancar. Ketika akan terjadi gempa bumi, kondisi atmosfer sebagai media perambatan gelombang akan berubah, sehingga sinyal yang diterima pun juga akan berubah. Nah, bagaimana perubahan yang terjadi? Inilah yang masih menjadi pertanyaan. Semoga saja cepat terjawab, sehingga dapat meminimalisir kerusakan yang akan terjadi.

Cukup simpel ya metodenya, meramal gempa dengan memanfaatkan sistem telekomunikasi yang sudah ada. Dua hal yang sepertinya tidak berhubungan. Memang terkadang untuk memecahkan suatu masalah kita perlu thinking outside the box.

4 responses to “Bagaimana Cara Meramal Gempa Bumi?

  1. btw, kalau bumi sudah bergerak karena gempa, dan atmosfir berubah, berarti sudah terjadi gempa kan?

    ataukah atsmosfir berubah sebelum gempa terjadi?

  2. memang sih,, kiamat sudah dekat…

    dari dari kuliah umumnya, saya nangkepnya gini. Jadi ketika terjadi pergerakan di dalam bumi sebelum gempa, nanti ada beberapa gas radioaktif yang keluar. Nantinya ini akan menyebabkan perubahan (perturbation) di atmosfer sebelum gempa. Nah, bagaimana mekanisme dan efeknya terhadap fluktuasi sinyal yang diterima di RX, itu yang masih harus diteliti.

    Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, kira-kira bagaimana bentuk sinyal yang diterima oleh RX di lab sebelum gempa-tsunami 11 Maret di Jepang kemaren ya? Harusnya sih berkorelasi dengan hasil penelitian sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s