Tips Agar Paper Tembus IEEE :D

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan oleh IEEE MTT/APS (Institute of Electrical and Electronics Engineers – Microwave Theory and Techniques/Antennas & Propagation Society) chapter Indonesia. Pembicaranya adalah Prof. Ke Wu dari Kanada.

Menulis paper itu seperti membuat makanan, rasanya harus enak bukan? Dalam kesempatan ini, beliau membagi tips-tips untuk menulis paper yang baik menurut IEEE (khususnya MTT), sehingga “rasanya enak”. Sebenarnya sih ada banyak, namun ini yang sempat saya catat. Apa saja?

Tips bagi yang belum pernah menulis paper

  • Perlu diketahui, ada beberapa istilah dalam dunia per-paper-an, seperti jurnal, transaction, letter, proceeding, dan lain-lain. Jurnal merupakan kumpulan tulisan-tulisan ilmiah yang spesifik pada bidang tertentu. Transaction dan letter itu merupakan jenis-jenis dari jurnal, bedanya adalah letter itu merupakan jurnal yang singkat (biasanya 3 halaman) dan sangat spesifik. Kalau agak panjang, namanya transaction. Bagaimana dengan proceeding? Proceeding adalah paper yang dibuat untuk konferensi atau pertemuan ilmiah. Jadi, proceeding sebenarnya adalah conference record dan tidak ditujukan untuk publikasi, melainkan untuk SHARING IDEA saja. Kalau mau publikasi, silakan tulis di jurnal. Jujur saja, saya juga baru tahu yang bagian ini😳, biasanya kan kita membuat paper proceeding niatnya untuk publikasi …. Satu lagi perbedaannya, proceeding boleh ada yang kurang-kurang, jurnal harus komplit dan komprehensif.
  • Tips selanjutnya adalah, jangan menulis paper kalau kita tidak tahu tulisan mau dikirim ke mana. Tentunya kita kirim ke jurnal yang bidang keilmuannya sesuai dengan tulisan kita. Perhatikan juga apakah jurnal tersebut isinya lebih cenderung ke teoritis atau lebih ke aplikasi. Kalau tulisan kita tidak sesuai dengan jurnalnya, kemungkinan besar paper kita akan ditolak.
  • Bagi para newbie, mulailah dari paper yang pendek-pendek dulu, seperti letter. Buat tulisan secukupnya sesuai tujuan, jangan terlalu banyak. Terakhir, jangan buat artikel tutorial atau review, ini khusus buat yang udah expert aja😀

Ketika menulis paper …

  • JANGAN PERNAH COPY PASTE DARI JURNAL YANG SUDAH ADA!!
  • Paper harus dalam bahasa Inggris? Jangan khawatir, karena belum tentu native speaker bahasa Inggris dapat membuat paper yang lebih baik dari paper kita😀 Paper ditulis dengan kata ganti orang keiga dan menggunakan present tense.
  • Jangan menggunakan judul yang membosankan atau yang standar, contohnya “Design of ……” or “Analysis of ….” Saat Prof. Ke Wu memberikan tips ini, banyak hadirin yang tertawa. Hmmm,, bagaimana ya, rata-rata judul tulisan (khususnya di bidang engineering) di Indonesia kan seperti ini😆 Judul itu harus mengandung “interesting point of the work”, misalkan “Nonlinear behavior of …..”
  • Oke, kita masuk ke bagian tulisan. Ada beberapa bagian, namun yang seringkali dibaca oleh reviewer (note: sebelum terbit, paper kita akan dicek dulu apakah layak terbit atau tidak oleh reviewer), yaitu abstract, introduction, dan conclusion. Abstract merupakan ringkasan dari paper kita, sebaiknya memuat permasalahan, metode, hasil, serta index terms. Introduction atau pendahuluan berisi tentang latar belakang, permasalahan, dan lain sebagainya. Biasanya yang sering salah adalah bagian conclusion. Ingat, conclusion itu merupakan hasil pekerjaan kita, berbeda dengan abstrak.
  • Hasil yang ditulis di paper harus diverifikasi terlebih dahulu dengan melakukan pengukuran, simulasi, dll. Jangan hanya menulis seperti ini : “Gain sistem ini adalah 3 dB” Apa buktinya??
  • Masalah kurva dan gambar. Kalau ada gambar atau kurva pengaruh variabel x terhadap y seperti ini:

 

 Lalu seperti ini …

 

Dan terakhir seperti ini ….

 Bosan melibat gambar yang sama 3 kali? Lebih baik disatukan saja kurvanya dalam satu gambar seperti ini:

 Selain lebih menarik bagi pembaca, tentu banyak yang bisa diceritakan dari gambar dibandingkan dengan satu kurva saja dalam satu gambar.

  • Apabila ada rangkaian (mungkin lebih umumnya: sistem), jangan lupa untuk menyertakan parameter-parameter rangkaian tersebut, misalkan resistornya …. Ohm, dll.
  • Tentang referensi:
    • Sebaiknya kutip tulisan yang telah ada di jurnal yang akan kita tuju. Mengapa? Dengan melakukan hal ini, topik tulisan kita akan terlihat sesuai dengan topik jurnal tersebut.
    • Pernah menulis topik serupa? Cantumkan juga hasil penelitian atau tulisan kita sebelumnya di referensi, termasuk proceeding yang pernah dituliskan.
  • Prinsip yang harus dipegang adalah: Don’t write for yourself, write for someone else. Don’t judge other people have same intelligence as yours.

Setelah selesai menulis …

  • Berapa orang yang tercantum sebagai penulis di paper? Kalau ada banyak, pastikan penulis lain (co author) sudah membaca paper tersebut sebelum diterbitkan. Sebaiknya, non author juga harus ikut membaca, tujuannya untuk mengecek apakah tulisan kita mudah dimengerti atau tidak.
  • Segera terbitkan paper Anda karena paper akan di-review dan proses ini cukup lama. Kalau terlalu lama nanti bisa nggak lulus-lulus (terutama jika publikasi termasuk syarat lulus kuliah).
  • Tidak semua paper dapat diterima. Mengapa ditolak? Karena tidak sesuai dengan format yang telah ditentukan (format itu penting juga ya…), tidak sesuai topiknya, atau isi tulisan kita kurang aspek teknisnya.
  • Tentang reviewer, anggap mereka sebagai musuh. Wah,, udah kayak mau tawuran aja ya😆 Gimana cara mengalahkannya? Tentu tidak pakai pedang, pisau, celurit, batu atau teman-temannya. Caranya adalah, buat mereka tertarik dengan paper kita, karena kalau paper kita rata-rata dan tidak menarik kemungkinan besar ditolak. Kalau mereka tidak tertarik dengan tulisan kita, pasti ada saja alasan untuk menolak paper kita. Sebaliknya, mereka juga akan selalu mencari alasan bahwa paper kita layak terbit, kalau mereka suka dengan paper kita. So, don’t give them easy reason to reject our paper!

Sekian saja tips yang sempat saya dokumentasikan. Kalau ada yang punya tips lain silakan ditambahkan. Yuk, mari menulis!🙂

6 responses to “Tips Agar Paper Tembus IEEE :D

  1. Salam kenal, saya masih mahasiswa dan saya masih sangat awam tentang konferensi paper, yang saya mau tanyakan adalah, saat submit paper untuk sebuah konferensi apakah hasil riset kita harus sudah benar2 selesai?
    Terimakasih

    • Salam kenal juga🙂

      Untuk submit paper, riset tidak perlu benar-benar sudah selesai. Asalkan dari penelitannya sudah ada hasil yang bagus (tentunya bagus menurut ukuran bidang masing-masing). Nantinya, kalau ada hasil yang bagus lagi dari penelitian kita, bisa disubmit ke konferensi yang lain, atau mungkin ke jurnal.

      Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s