Tentang Transportasi Umum di Jerman

Ada satu hal penting yang saya tangkap dari sistem transportasi umum di Jerman: di sini transportasi umum terintegrasi. Di setiap daerah, ada organisasi yang mengkoordinasikan seluruh transportasi umum (bus, trem (straßenbahn), kereta api). Misalnya RMV (Rhein-Main-Verkehrsverbund) kalau di daerah Frankfurt dan sekitarnya. Ini jelas berbeda dengan di Indonesia, untuk bus saja misalnya, ada bermacam-macam seperti metromini, kopaja, dll.

Kalau semuanya bisa disatukan dalam satu manajemen, ada beberapa keuntungan, khususnya bagi pengguna transportasi umum. Misalnya, satu tiket dapat digunakan untuk lebih dari 1 jenis kendaraan. Jadi saat ganti kendaraan (transit), kita tidak perlu beli tiket lagi kalau sudah beli tiket ke daerah tujuan dari daerah asal. Lebih praktis ya? Kalau di Jakarta ata Bandung misalnya, kita harus bayar setiap ganti angkot kan?

Yang lebih asyik lagi kalau kita mahasiswa. Nah, biasanya kalau setiap awal semester kita membayar semester ticket. Semester ticket ini salah satunya mencakup ongkos transportasi dalam kota/bahkan lebih dari separuh negara bagian. Jadi, kita tidak perlu beli tiket kalau berpergian di “daerah kekuasaan” organisasi transport tersebut. Kalau ada pemeriksaan, tinggal tunjukkan saja kartu mahasiswanya.

Keuntungan lainnya adalah adanya jadwal yang jelas dari semua rute. Untuk RMV misalnya, jadwal dan rute dapat dilihat secara online di websitenya. Jadi, kalau kita mau ke kota A dari kota B, tinggal ketikkan saja asal dan tujuan kita, serta waktu keberangkatan/waktu tiba. Semua rute yang memungkinkan akan ditampilkan di web tersebut lengkap dengan waktunya, jenis kendaraan, dan lokasi-lokasi transitnya. Kalau sudah begini, kita tidak perlu tanya-tanya lagi sama Mbah Google kalau tidak tahu jurusan kendaraan umum. *Untuk kasus transportasi umum di Jakarta, sepertinya cukup banyak yang melakukan hal ini dan nyasar di blog saya hehehe😀 (dan juga beberapa blog/web lain sepertinya ya?)* Perlu dicatat bahwa jadwal yang tertera di website tersebut betul-betul dipatuhi oleh sang supir. Kalau bus berangkatnya jam 10:41 dan sampai pukul 11:01, berarti memang betul-betul berangkat jam 10:41 dan akan tiba di tempat tujuan pukul 11:01. Baru datang di halte jam 10:42? Sayang sekali, berarti Anda terlambat 1 menit dan harus menunggu giliran selanjutnya:mrgreen: Kalaupun busnya terlambat, biasanya diinfokan di dalam website.

Persaingan antar supirpun juga tidak perlu terjadi kalau sistem transportasinya seperti ini. Saya belum pernah menjumpai ada bus yang ngetem menunggu rezeki di sini. Atau kebut-kebutan tidak mau kalah dengan supir lainnya. Atau protes gara-gara mau dioperasikannya rute baru.

Kepercayaan Terhadap Penumpang

Saat akan naik kereta pertama kali di sini, saya agak bingung setelah membeli tiket. Tidak ada petugas/mesin yang mengecek tiket sebelum masuk kereta. Mungkin di dalam kereta kali ya? Ternyata tidak ada juga. Sampai saya tiba di tujuan, sama sekali tidak ada petugas yang mengecek tiket. Wah, berarti kalau tadi tidak beli tiket juga nggak apa-apa dong??

Inilah Jerman. Perusahaan transportasi begitu percaya pada penumpang. Kalau kata teman saya, di negaranya bahkan tidak sampai seperti ini, walaupun sama-sama di Eropa. Ajaibnya juga, penumpang di sinipun juga jujur-jujur, mereka membeli tiket walaupun kemungkinan besar tidak ada yang mengecek. Saya katakan kemungkinan besar karena terkadang ada pengecekan, walaupun sepertinya jarang. Kalau tertangkap basah naik tanpa tiket, akan didenda 40 Euro.

Semoga saja sistem transportasi ini dapat diterapkan di Indonesia. Minimal terintegrasi saja terlebih dahulu. Kalau tanpa pengecekan tiket, sepertinya masih butuh waktu yang panjang…

One response to “Tentang Transportasi Umum di Jerman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s