Bonn dan Sungai Rhein

Karena ada suatu kegiatan, saya pergi ke Bonn beberapa bulan yang lalu. Sebagai informasi, Bonn ini dahulu adalah ibukota Jerman Barat. Saya berangkat pagi-pagi sekali, sekitar pukul 5 pagi sudah meninggalkan apartemen. Kenapa? Soalnya kita dapat memperoleh harga tiket kereta yang cukup murah, hanya 19 Euro. Jenis keretanya IC pula, IC ini merupakan kereta yang lumayan cepat, hanya berhenti di stasiun besar. Kalau naik kereta lokal biasa malah harganya lebih mahal, sekitar 28 Euro. Aneh ya? :p

 

Dari Darmstadt HBF, saya menuju ke kota Mainz terlebih dahulu menggunakan Regional Bahn. Yang ini tidak perlu bayar tiket, karena area ini tercakup oleh Semesterticket. Inilah keuntungan menjadi mahasiswa di Jerman, semoga suatu saat dapat diterapkan di Indonesia juga. Di Mainz HBF, saya transit naik kereta IC. Kereta ini berjalan menyusuri Sungai Rhein (baca: Rain). Pemandangannya bagus, banyak kastil-kastil di sepanjang sungai.

Akhirnya saya tiba di Bonn. Setelah acara usai, saya diajak oleh teman-teman di Bonn jalan-jalan. Beberapa tempat yang sempat saya kunjungi adalah:

Universitas Bonn, ini gedung utamanya. Konon katanya Karl Marx pernah sekolah di sini.

Sungai Rhein, ternyata juga mengalir di kota ini. Banyak kapal lalu lalang, dan arus sungai ini cukup deras juga …

Berhubung besoknya saya ada ujian bahasa Jerman, tidak banyak tempat yang bisa saya kunjungi. Akhirnya saya kembali ke Bonn HBF dan naik kereta lokal kembali ke Darmstadt. Sayang tidak ada diskon IC seperti pagi hari sehingga harus bayar tiket kereta lokal biasa yang bahkan lebih mahal daripada ongkos pergi via IC. Dan ternyata naik kereta jam segitu bukan keputusan yang tepat. Di sebuah stasiun kecil antara Bonn dan Koblenz, seluruh penumpang harus turun karena ada kecelakaan di tengah jalan. Kereta yang saya naiki tidak dapat lewat dan harus kembali ke Bonn. Sempat panik juga karena situasi ini, terlebih petugas stasiun juga tidak memberikan kepastian tentang kendaraan pengganti. Mengacu pada buku teks, barangkali istilah bahasa Jerman yang pas saat itu adalah: blöd gelaufen. Masak saya harus menginap di sini?? Untungnya, ada sesama penumpang yang dapat membantu mencari informasi dan beberapa menit kemudian datanglah bus pengganti ke stasiun terdekat. Bayangkan seluruh penumpang kereta naik bus yang tentu kapasitasnya tidak sebesar kereta. Ketika bus sampai stasiun terakhir, seluruh penumpang bersorak-sorai😀

Perjalanan sayapun jadi tertunda beberapa jam. Tapi, Alhamdulillah, tetap bisa kembali ke apartemen dengan selamat dan sempat menikmati pemandangan di Bonn dan sekitar Sungai Rhein😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s