Kentongan dan Istana Frankenstein (Part 1)

Musim liburan begini enaknya dipakai untuk jalan-jalan. Apalagi saljunya sudah mencair. Tidak perlu yang jauh-jauh dulu, hiking di bukit belakang apartmen bisa jadi cukup menyenangkan. Kali ini, kami naik trem ke Malchen, lalu jalan kaki mendaki bukit tersebut. Cuaca saat itu gerimis, dan setelah berhenti, tiba-tiba ada pelangi. Dari atas bukit, kami dapat melihat pemandangan yang cukup bagus. Semakin ke puncak, jalanan semakin becek. Harus hati-hati karena jalanan tertutup oleh daun-daun yang berguguran, sehingga kita tidak tahu mana yang kering, mana yang becek.

Kurang lebih 1 jam setelah turun dari trem, kita sampai di puncak bukit. Ada batuan yang cukup aneh, ada sejenis lubang untuk memasukkan kepala. Sambil memasukkan kepala, silakan berdengung dan rasakan efeknya :p

By the way, apa hubungannya dengan kentongan dan juga Frankenstein?

Dua-duanya ada di bukit ini!

Pertama istana Frankenstein. Pernah dengar monster Frankenstein? Konon katanya, pengarangnya terinspirasi dari kastil ini.

Usia kastil ini cukup tua, dibangun sekitar tahun 1200an. Saat masuk pertama kali, kita akan melihat bendera merah putih yang sedang berkibar. Ini penampakannya.

Bersambung …

4 responses to “Kentongan dan Istana Frankenstein (Part 1)

  1. Ping balik: Agar tidak sesat di jalan … | Kumpulan Tulisan Seseorang yang Biasa-Biasa Saja ...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s