Kunjungan ke Air Traffic Controller

Tower ATC

Tower ATC

Kalau sering ke Bandara, Anda pastinya pernah melihat tower tinggi yang bentuknya kira-kira seperti gambar di atas. Ini adalah tower Air Traffic Controller (ATC) yang bertanggung jawab atas lalu lintas udara. Jadi kalau pesawat Anda berhasil mendarat dengan selamat di Bandara, ya salah satu penyebabnya karena pekerjaan orang-orang di sini.

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu ATC yang melayani Bandara Frankfurt, Jerman. Sebenarnya ada banyak tower-nya, yang saya kunjungi terletak beberapa puluh km di arah selatan Frankfurt. Lokasinya di puncak bukit (kalau standar orang Jerman sepertinya ini termasuk gunung😀 ) dan dikelilingi hutan. Jadi tidak mengganggu masyarakat sekitar.

Hutan dilihat dari atas tower

Hutan dilihat dari atas tower

Tempatnya cukup sepi karena peralatan di sini dapat dikontrol secara otomatis dari pusat yang letaknya di Langen, sebuah kota kecil antara Frankfurt dan Darmstadt. Coba cari di Google Maps!😀

Langen Bahnhof (from: semboyan35.com/fajarislam.org). Oh wait ... wrong location :D

Langen Bahnhof (from: semboyan35.com/fajarislam.org). Oh wait … wrong location😀

Yang mengoperasikan situs ini namanya Deutsche Flugsicherung, yang markas pusatnya di Langen itu.

Deutsche Flugsicherung (from: Wikipedia)

Deutsche Flugsicherung (from: Wikipedia)

Nah, ada apa saja di dalam tower itu? Kalau kita lihat di atas tower, ada antena radar. Radar ini berfungsi untuk memetakan objek-objek di sekitar lokasi. Tidak hanya pesawat, beberapa objek lain seperti burung, hujan, dan juga bukit-bukit lain juga bisa terlihat di display. Dengan teknik signal processing tertentu, objek-objek yang tidak diinginkan ini (kita sebut clutter) dapat dihilangkan. Display-nya sendiri ada yang masih analog, peninggalan zaman dahulu kala. Konon katanya, untuk menjadi petugas ATC, kita tidak boleh buta warna karena nanti tidak dapat membedakan objek yang satu dengan yang lain di display. Kalau sekarang, sudah banyak yang digital, jadi kalau buta warna,, ya tinggal settingan warna pada display-nya yang diganti…

Radarnya sendiri merupakan radar pulsa yang beroperasi di frekuensi L Band (frekuensi 1000-an MHz). Cara kerja radar pulsa sendiri rasanya pernah saya tulis di tulisan terdahulu. Modul transmitter dan receiver dihubungkan ke antena yang besar itu melalui waveguide. Di sana juga ada berbagai komponen microwave pasif berbasis waveguide seperti Diplexer dan Magic T, sayangnya tidak semua sempat difoto. Kita juga berkesempatan untuk naik ke tower yang tingginya 40 meter. Di sana ada sambungan antara waveguide dan antena yang muter-muter. Yang menarik adalah salah satu alat yang berfungsi untuk mengubah arah antena secara mekanik:

Kunci pas

Kunci pas

Biasanya kalau di paper tentang microwave/antena, alat yang difabrikasi dibandingkan dengan koin. Kalau kunci pas yang ini, jangan-jangan koinnya yang malah tidak terlihat🙂 Sayang kami tidak bisa melihat antena dari dekat karena masih beroperasi.

Bagaimana masa depan sistem ATC ini? Mereka punya teknologi baru yang sudah mulai diterapkan, namanya multilateral radar. Cara kerjanya begini. Pesawat memancarkan sinyal khusus yang akan diterima oleh sepasang receiver. Masalahnya adalah, kalau radar pulsa, kita bisa dapat berapa selang waktu antara sinyal yang diterima dengan yang dikirimkan. Kalau sistem multilateration tidak bisa, kan kita tidak kirim sinyal, tapi pesawat yang mengirimkan. Untuk itu, kita perlu lebih dari dua buah receiver.

Terlihat bedanya radar biasa dengan multilateral?

Terlihat bedanya radar biasa dengan multilateral? (Clipart from: all-free-download.com and clker.com)

Sinyal di receiver pertama dan kedua akan datang di waktu yang berbeda, karena lokasi kedua receiver tersebut berbeda. Yang dapat kita ukur adalah selisih waktu antara kedatangan sinyal di receiver pertama dan kedua. Untuk lokasi-lokasi tertentu yang membentuk hiperboloid (makhluk apa ini?), selisih waktu ini  konstan (buktikan!). Dengan selisih waktu tertentu, kita bisa tahu pesawat pastinya ada di sebuah titik dalam hiperboloid tertentu. Di titik yang mana? Tidak tahu. Oleh karena itu, kita perlu receiver ketiga, keempat, dst, sehingga kita mendapatkan banyak hiperboloid yang akan saling beririsan. Titik potongnya ya lokasi pesawat.

Ini lho yang namanya hiperboloid (from: Wikipedia)

Ini lho yang namanya hiperboloid (from: Wikipedia)

Selain itu, algoritma-algoritma seperti pencegahan tabrakan pesawat, manajemen trafik udara, dll, diprediksi juga akan berkembang.

One response to “Kunjungan ke Air Traffic Controller

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s