Pi (Part II)

Pengantar: Dahulu, waktu awal-awal saya membuat blog ini (sekitar 5 tahun yang lalu:mrgreen: ), ada satu tulisan yang belum sempat saya selesaikan: Pi (Part I). Maklum, belum sempat. Kali ini, akan saya lanjutkan ceritanya sekaligus menanggapi komentar yang ada. Selamat menikmati:mrgreen:

Benarkah pi = 22/7 atau 3,14?

Kalau misalkan kita membuat lingkaran dengan diameter 7 cm, keliling lingkaran kalau kita ukur pakai penggaris hasil yang kita lihat adalah 22 cm, atau kira-kira 22/7 atau kira-kira 3,14 kalinya. Pada cerita sebelumnya, guru saya juga menghitung dengan cara demikian untuk membuat selimut tabung dan hasilnya selimut tabung tersebut ukurannya pas dengan alasnya. Meskipun pas, apakah dapat kita katakan kalau pi sama dengan 22/7 atau 3,14?

Sebelum ke sana, perlu dibedakan terlebih dahulu antara dua hal berikut ini: “kira-kira” dan “sama dengan”. Misalkan ada garis lurus yang panjangnya 10,00000001 cm. Kalau kita ukur dengan penggaris, apa hasil yang kita dapat? 10 cm. Tidak mungkin kita mendapatkan hasil 10,00000001 cm karena penggaris mempunyai skala terkecil, umumnya 1 mm. Jadi sebenarnya kita tidak dapat mengatakan panjang garis tersebut benar-benar tepat 10 cm, 10,00000001 cm, atau nilai lainnya. Meskipun demikian, kita dapat menyimpulkan sesuatu dari hasil pengukuran kita. Panjang garis tersebut adalah sekitar 10 cm. Artinya, tidak perlu pas 10 cm, bisa lebih sedikit atau kurang sedikit, tetapi yang jelas adalah hasil pengukuran ini cukup dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak terlalu memperhatikan detail bukan? (emm.. ada sih beberapa kasus tertentu di mana detail ini sangat penting, tapi ya jarang)

Jadi kita tidak dapat mengatakan bahwa nilai pi sama dengan 22/7 atau 3,14 dengan hanya menggunakan penggaris, tetapi pi kira-kira sekitar 22/7 atau 3,14. Oh ya, satu lagi. Tentu saja 22/7 tidak sama dengan 3,14. Tidak percaya? Silakan hitung dengan kalkulator hasil 22 dibagi 7, maka hasilnya:

22/7 = 3,14285714… (harusnya ada angka yang berulang di sini, ingat di kalkulator ada pembulatan!)

Dan jelas bahwa 3,14285714.. tidak sama dengan 3,14. Kalau sama lalu ekornya (285714..) bagaimana dong?:mrgreen:

Sekali lagi, mungkin detail ini bagi kita tidak terlalu penting. Tapi tetap saja kita tidak bisa katakan kalau 22/7 = 3,14

Nah, bagaimana dengan pi (π)? Banyak orang yang berusaha untuk menghitung nilai π sejak zaman dahulu kala (salut!), dan hasilnya adalah (cek di sini!):

π = 3.141592653589793238462643383279502884197169399375 ….. (hayo, “ekor” pi ada ujungnya nggak?:mrgreen: )

Nah, angka keempatnya saja sudah berbeda dengan 22/7 (saya tandai pakai warna merah). Jadi, sebenarnya π ≠ 22/7 ataupun 3,14. Lebih tepat kalau kita menulis π ≈ 22/7 atau π ≈ 3,14. Tanda ≈ artinya kira-kira. Dan kedua angka ini (22/7 dan 3,14) adalah pendekatan yang cukup bermanfaat untuk menghitung ukuran lingkaran (setidaknya di soal ujian nasional🙂 )

Nah, cara menghitung nilai π sendiri bagaimana?

Bersambung …

NB: Kalau tidak ada halangan, sambungan tulisan ini rencananya akan saya post tahun depan, pukul 9.26, kalau bisa sih detik ke 53. Btw, ada alasan lain lagi kenapa saya post tulisan ini pada hari jumat yang cerah ceria ini, if you know what i mean😉

3 responses to “Pi (Part II)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s