Sebuah Hari Tanpa Jam 2 Pagi

Serius, ini beneran, dan salah satunya adalah hari ini, 30 Maret 2014!

Ceritanya, kemarin, saat kami mengunjungi sebuah pameran, kami melihat ini:

Daylight Saving Time

Daylight Saving Time

Yup. Daylight Saving Time (auf Deutsch: Sommerzeit). Maksudnya, kita memajukan jam kita satu jam lebih awal, tepatnya pukul 02.00 diubah menjadi 03.00. Kenapa bisa begitu? Di negara 4 musim seperti Jerman, Swiss, dll., intensitas sinar matahari berbeda-beda tiap hari. Misalnya, kalau jam 6 pagi di musim dingin, langit masih gelap, bahkan waktu subuh belum masuk. Kalau di musim panas, justru jam 6 pagi sudah sangat terang sekali.

Konon katanya, agar pagi hari masih terlihat gelap dan sore harinya tetap panas, jamnya dimajukan. Jadi jam 6 pagi yang sangat terang itu sekarang jadi jam 7. Tentunya jam 6 yang “baru” akan lebih gelap daripada jam 6 yang “lama”. Dan nantinya, ketika memasuki musim dingin, jam akan dimundurkan 1 jam sehingga kembali seperti semula.

Jadi, tiap tahun kita harus mengatur-atur jam, khususnya untuk jam tangan dan jam dinding biasa. Untuk jam di komputer dan HP, jam akan berubah secara otomatis menjelang pukul 2 pagi seperti ini:

Perhatikan, tidak ada jam 2 pagi!!!

Kalau di negara tropis seperti Indonesia, sepertinya memaju-mundurkan jam tidak perlu dilakukan karena intensitas sinar matahari di jam tertentu relatif sama. Barangkali yang sering kita lakukan adalah memajukan jam 5 menit agar kita tidak terlambat:mrgreen:

2 responses to “Sebuah Hari Tanpa Jam 2 Pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s